Skala IQ dijelaskan: arti skor 85, 100, 115, dan 130
Diperbarui 9 Oktober 2026 · 2 menit baca
Skor IQ baru masuk akal kalau kamu tahu skalanya. Hampir semua tes modern memakai skala yang sama: rata-ratanya ditetapkan 100 dan simpangan bakunya (SD) 15. Skor lalu tersebar di sepanjang kurva lonceng.
Kurva lonceng dalam satu gambar
Jika kamu mengurutkan sekelompok besar orang yang representatif berdasarkan hasil tesnya, sebagian besar akan berkumpul di tengah dan makin sedikit di kedua ujung. Pada skala IQ:
- sekitar 68% orang mendapat skor antara 85 dan 115 (dalam satu SD dari rata-rata),
- sekitar 95% mendapat skor antara 70 dan 130 (dalam dua SD),
- sekitar 2,3% mendapat skor di atas 130, dan sekitar 2,3% di bawah 70.
Arti setiap skor
Tabel ini menunjukkan bagian kelompok acuan yang mendapat skor di bawah setiap nilai. Bagian itu adalah persentil.
| Skor IQ | Jarak dari rata-rata | Persentil (bagian di bawahnya) |
|---|---|---|
| 70 | 2 SD di bawah | sekitar 2% |
| 85 | 1 SD di bawah | sekitar 16% |
| 100 | rata-rata | 50% |
| 115 | 1 SD di atas | sekitar 84% |
| 130 | 2 SD di atas | sekitar 98% |
| 145 | 3 SD di atas | sekitar 99,9% |
Jadi skor 115 tidak berarti “15% lebih pintar dari rata-rata”. Artinya orang itu lebih baik dari kira-kira 84 dari 100 orang dalam kelompok pembanding. Coba angka berapa pun di kalkulator persentil IQ.
Dari mana angkanya berasal
Tes-tes awal memakai IQ rasio: usia mental dibagi usia sebenarnya, dikali 100. Anak 10 tahun yang hasilnya seperti anak 12 tahun pada umumnya mendapat 120. Cara ini kurang cocok untuk orang dewasa, karena usia mental berhenti bertambah.
Sejak 1939, David Wechsler mempopulerkan IQ deviasi, yang masih dipakai sampai sekarang. Skor mentahmu dibandingkan dengan orang seusiamu, lalu diubah ke skala dengan rata-rata 100 dan SD 15. Karena itu setiap skor IQ berbicara tentang peringkat, bukan jumlah mutlak.
Tidak semua tes memakai SD 15
Sebagian besar memakainya, tetapi tidak semua. Beberapa tes lama memakai SD 16, dan beberapa melaporkan skor dengan SD 24. Pada skala SD 24, peringkat yang sama di 2% teratas menjadi 148, bukan 130. Saat membandingkan skor dari sumber berbeda, periksa skalanya dulu. Situs ini selalu memakai skala standar SD 15.
Label berbeda-beda, jadi hati-hati
Penerbit tes memberi label seperti “rata-rata” atau “di atas rata-rata” pada rentang skor, dan batasnya berbeda dari satu tes ke tes lain. Kata seperti “jenius” sama sekali bukan kategori ilmiah. Persentil lebih mudah dipahami dan lebih jujur.
Kenapa rentang lebih jujur daripada satu angka
Setiap tes punya kesalahan pengukuran. Pada rangkaian tes klinis yang panjang, batas kesalahan di sekitar sebuah skor hanya beberapa poin. Pada tes singkat batasnya jauh lebih lebar: tes 16 soal hanya bisa menempatkan seseorang dalam rentang sekitar ±13 poin, dan tes 32 soal sekitar ±10.
Karena itu hasil di situs ini berupa perkiraan rentang, misalnya “105 sampai 131”, bukan “118” yang seolah-olah tepat. Halaman metodologi menunjukkan perhitungan persisnya.
Ujung-ujung skala
Tes singkat tidak bisa mengurutkan nilai ekstrem dengan baik, karena sangat sedikit soal yang cukup sulit atau cukup mudah untuk membedakan orang di sana. Jika rentangmu mencapai batas atas atau bawah dari apa yang bisa diukur tes ini, hasilnya akan menyebutkan itu (“135 atau lebih”) alih-alih mengarang angka.
Penasaran di mana posisimu? Ikuti tes singkat gratis dan lihat perkiraan rentangmu langsung, tanpa email dan tanpa bayar.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah 115 skor IQ yang bagus?
Pada skala yang umum, 115 berada satu simpangan baku di atas rata-rata. Itu lebih tinggi dari sekitar 84% kelompok acuan.
Berapa persen orang yang IQ-nya di atas 130?
Sekitar 2,3% pada skala dengan simpangan baku 15, jika skornya mengikuti kurva normal.
Kenapa ada tes yang melaporkan 148 atau lebih?
Beberapa tes memakai skala yang lebih lebar, dengan simpangan baku 24, bukan 15. Peringkat yang sama lalu menghasilkan angka yang lebih besar, jadi selalu periksa skala yang dipakai sebuah skor.